KOTAYASA ASRI

Wujudkan Desa Kotayasa yang AMAN,SEHAT,RAPI dan INDAH,Perkaya Ilmu dan Teknologi yang Positif.

Forum Kotayasa Peduli

Forum besar yang mengedapankan Paseduluran dengan Program Kepedulian dalam arti Luas

TIPS DAN TRIK POINT BLANK

Terlengkap bagi para Gammer Point Blank Kotayasa dan Seluruh Negeri,Forum,Tips,Pengenalan awal sampai tingkat Profesional.

Bersatu Mbangun Desa

Membentuk Pemuda Pemudi yang Cerdas,Aktif dan Berdedikasi Tinggi untuk mencapai Desa Maju yang Harmonis

BERITA KOTAYASA TERKINI

Warta Kotayasa memuat berita daerah terlengkap,terpercaya,terkini,tingkatkan wawasan hidup kita.

Tampilkan postingan dengan label UNIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UNIK. Tampilkan semua postingan

Inilah Beberapa Film-film Tukul Yang Dilarang Beredar

Inilah beberapa Hasil Karya yang Mas Tukul buat,langsung di cekam dan tidak di perbolehkan tayang di Bioskop manapun,langsung saja kita lihat bersama fillm-film nya.










 Asyik juga kan?,saya juga tidak tau apa alasan sebenarnya tentang film-film Mas Tukul yang tidak boleh tayang bahkan di larang tayang,pasti anda tahu jawaban nya..



Warta Kotayasa , sumber : google search

Spesies Tawon Garuda yang Menakutkan Di Hutan Sulawesi

Seperti serangga dari mimpi buruk, Tawon ini mempunyai rahang yang lebih panjang dari kaki depannya



Spesies Tawon baru ini ditemukan di hutan sulawesi,dengan ukuran raksasa yakni dua setengah inci, Lynn Kimsey, Entomologi dari University of California, menemukan tawon ini dalam ekspedisi baru-baru ini ke pulau Sulawesi.

Kimsey, yang juga direktur di Museum Entomologi Bohart, mengatakan “rahang nya begitu besar sehingga saling membungkus pada kedua sisi kepala ketika tertutup. Dan saat terbuka rahang tersebut terlihat lebih panjang dari kaki depan.”



Untungnya spesies ini lebih memilih untuk makan serangga, tetapi jika merasa terancam ia bisa menyerang dengan meninggalkan bekas luka yang cukup besar pada tubuh manusia.

Giant wasp of borneo Tawon ditemukan di Pegunungan Mekongga Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Kimsey berencana untuk menamai Tawon ini ‘Garuda’ yang merupakan simbol nasional negara Indonesia.

Kimsey dan tim peneliti telah menerima 2.500.000 pound dana hibah untuk mempelajari keanekaragaman hayati yang kaya di pulau Sulawesi selama lima tahun. Selama tiga perjalanan ke Sulawesi, ia memperkirakan bahwa ratusan bahkan mungkin ribuan spesies baru dapat ditemuan di Sulawesi.





Warta Kotayasa , sumber : www.kaskus.us

Sepeda yang Terbuat Dari Kaca

Ini dia sepeda unik yang terbuat dari kaca,Mungkin ide orang yang membuat sepeda ini dianggap gila, namun penampakannya di jalanan umum sudah pasti sangat menarik perhatian banyak orang, ini dia beberapa gambarnya
 






Warta Kotayasa Dunia Maya Kotayasa

Main Internet Sambil Ditemani Gadis Cantik

Jika anda berkunjung ke Genting Highlands - Malaysia, anda akan menemukan sebuah warnet yang hi-tech, dengan desain interior mewah. Setiap komputer klien memiliki monitor LCD sebesar 22 inch, plus kursi sofa yang lebar dan nyaman.

Mungkin fasilitas diatas sudah bisa anda temui juga di warnet yang ada di kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dll. Tapi bagaimana dengan fasilitas tambahan berupa gadis cantik yang sexy & pintar menjawab pertanyaan anda seputar Internet dan game, yang akan selalu menemani disamping anda? Hmmm...cukup menggiurkan bukan?

Para gadis cantik ini berjumlah tidak kurang dari 100 orang, dan anda pun diberi kebebasan untuk memilih cewek yang ingin anda ajak untuk menemani 'selancar' di dunia maya.

Pepetah Jawa mengatakan "Seeing is Believing", kalo nggak lihat nggak bakal percaya, oleh karena itu silahkan nikmati foto-foto gadis cantik berikut ini.






Mantab kan?,silahkan anda coba sendiri,mungkin sebentar lagi di Kotayasa juga akan seperti ini.






 
Warta Kotayasa, sumber : warnetwarnetwarnet.blogspot.com

Aquarium Terkecil di Dunia

Anatoly Konenko, seorang seniman Rusia yang mengkhususkan diri dalam miniatur, memegang Guinness World Record karena telah membangun akuarium terkecil di dunia. Ini 30 mm lebar dan memegang 10 ml.

Terbuat dari fiberglass, ini akuarium kecil memiliki sudut kecil di atasnya.


The admeasurement dari catchbasin adalah 30 x 24 x 14 mm, volume: 10 ml. yang membuat 2 sendok teh. 


Butuh Anatoly tiga minggu untuk mengaktualisasikan tangki, tetapi peruntukan sulit terbaik adalah tubuh kompresor udara mikro.












Dan inilah Videonya,coba anda lihat,aneh kan? 









Warta Kotayasa, sumber : www.forumkami.net

TV Tertipis Di Dunia

Pernah berpikir TV anda adalah yang tertipis? Setelah melihat TV LG terbaru, anda mungkin ingin menyingkirkan TV anda.

Inilah design TV yang paling Tipis di Dunia



Perusahaan manufaktur elektronik asal Korea Selatan memperkenalkan sebuah televisi yang tebalnya kurang dari 7 mm.

Produk yang masih sangat baru ini ,sehingga belum memiliki nama, diperkenalkan dalam pertunjukan LG Press Event di Consumer Electronics Show, Las Vegas, Nevada. TV ini terlihat hanya sedikit lebih tebal dari kartu pos.

Jurubicara mengatakan TV ini akan tersedia pada akhir tahun ini.

TV tertipis LG saat ini adalah 23.3 mm, atau sekitar tiga kali lipat TV hyper-slim yang baru, kata Woo Paik, chief technology office LG.






Warta Kotayasa ,sumber : raytkj.blogspot.com

Kondisi Warnet di Jepang yang Menakjubkan

Kita pasti udah familiar dengan warnet. Kebanyakan di Indonesia warnetnya dibagi menjadi sekat kecil yang terbuka, sumpek dan nggak nyaman. Lalu seperti apakah warnet di luar negeri khususnya di Jepang? Mumpung hari libur, yuk kita lihat-lihat seperti apa sih WarNet (Internet Cafe) di Jepang sana.






 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Seperti juga di Indonesia, internet cafe di Jepang juga cukup banyak walaupun boleh dibilang hampir setiap rumah sudah mempunyai koneksi internet. Dan kebanyakan juga buka selama 24 jam.
Ada beberapa hal mendasar yang membedakan antara WarNet disana dibandingkan dengan disini yaitu harga (mahal banget), kecepatan (cepet banget), kebutuhan (kaga cuma untuk internet). Bicara mengenai harga, seperti biasa apa sih yang murah disana? :-) Lama penyewaan mulai dari 15 menit sampai setengah hari dengan biaya rata-rata sekitar 500 Yen (sekitar 50.000 rupiah) untuk 15 menit dan 1500 Yen (150 ribu rupiah) untuk 7-9 jam.
Nah, kalau bicara kecepatan sih tidak usah ditanya, rata-rata kecepatan internet disana saat ini minimal 10 Mbps jadi pasti jauh lebih cepat dibandingkan disini (Indonesia)



















 

Internet cafe di Jepang juga kebanyakan tidak hanya sekedar tempat untuk ber-internet ria tetapi juga biasanya kita bisa membaca buku komik (manga) secara gratis dengan koleksinya yang lumayan banyak.
Dan bicara mengenai tempat itu sendiri, mereka biasanya membaginya dalam 2 bagian yaitu ruangan terbuka dan ruangan tertutup untuk privasi dengan bentuk bilik-bilik kotak (cubicles).
Dan tergantung permintaan, kita bisa memilih untuk satu bilik bisa diisi 1 orang, 2 orang atau lebih dari 2 orang. Dan kadang, mereka juga menyiapkan 2 komputer dalam satu bilik.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Sebagian besar bilik tersebut sudah dilengkapi dengan berbagai macam alat, mulai dari komputer itu sendiri, webcam, mic dan juga TV untuk menonton.
Bagi anda yang perokok seperti kami, jangan kuatir mereka juga menyediakan tempat bagi para perokok, lihat aja foto dibawah, itu ada asbak kan??
Walaupun sedikit mahal untuk ber-internetan disini, ada satu hal yang lumayan membuat kita sedikit senang yaitu kita bisa minum sepuasnya sampai kembung (dan GRATIS) kecuali untuk makanan kecilnya, kita harus bayar.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Terakhir, bicara soal kebutuhan, belakangan ini ternyata internet cafe disana tidak sekedar untuk internet tetapi juga sebagai tempat tidur bagi orang-orang tertentu seperti pekerja paruh waktu atau sama seperti Love Hotels digunakan juga untuk tempat untuk bermalam bagi orang yang sudah ketinggalan kereta.
Alasannya sama saja dengan Love Hotels, yaitu internet cafe jauh lebih murah dibandingkan dengan mereka menginap di hotel, ditambah selain bisa tidur, mereka juga bisa internetan, baca komik (manga), mandi air hangat (ada kamar mandi tetapi harus bayar biasanya) bahkan minum sampai kembung.
Satu hal yang sebenarnya sekarang menjadi masalah tersendiri bagi pemerintah disana seiring dengan meningkatnya pengganguran dan juga orang yang mendadak tidak punya tempat tinggal (homeless) adalah keberadaan internet cafe sudah mulai berubah fungsi sebagai rumah sementara bagi mereka yang tidak punya tempat tinggal.
 
 
 
 

















 

Mantab bukan...,jelas Mantab sekali, kalau di Indonesia semua warnet seperti itu mungkin disisi positifnya kita semua akan selalu betah berada di Warnet selama berjam-jam, namun disisi negatifnya udah jelas banyak mesum di semua Warnet, hehehe...mudah-mudahan nantinya Warnet yang ada di Desa Kotayasa bisa meniru bahkan bisa sedikitnya mirip dengan Warnet yang ada di Jepang, Amin...








Warta Kotayasa, sumber : raytkj.blogspot.com

Gua Bawah Tanah yang Dramatis di Okinawa

Pembaca CNNGo Michael Lynch menjelajahi gua-gua purba di Okinawa dan menemukan arus air yang bercahaya, stalaktit dengan warna-warna psikedelik serta botol-botol minuman.





Dengan suhu rata-rata tahunan mencapai 22 derajat Celsius dan lebih dari 2000 mm curah hujan per tahun, pulau Okinawa adalah lokasi yang sangat lembab untuk dikunjungi. 

Berselancar angin, berenang, snorkeling, scuba dive, jet ski, dan boating adalah aktivitas populer di sini. Anda yang tidak tertarik dengan aktivitas-aktivitas air, ada lima situs UNESCO yang bisa dikunjungi, serta berbagai festival pada bulan-bulan hangat. 

Seperti laiknya pulau-pulau tropis lainnya, akan ada hari-hari hujan atau hari yang sangat panas dan lembab, saat semua pejalan lebih memilih bersembunyi di kamar hotel mereka. Tapi itu bukan liburan!

Maka ikatlah tali sepatu jalan Anda dan kunjungi gua-gua bawah tanah ini...



Gua Gyokusendo

Hanya 10 km dari selatan Bandara Naha, gua ini bisa dicapai dengan bus atau mobil dalam waktu kurang dari satu jam. Gua Gyokusendo adalah sistem gua terbesar kedua yang ditemukan di Jepang dan memiliki jalur sempanjang 800 meter yang bisa dilalui pengunjung.

Gua ini memiliki sungai-sungai kecil, air terjun, stalaktit dan stalagmit yang sudah terbentuk sejak 300 ribu tahun lalu. Gua ini memiliki penerangan yang baik dan sangat memperhatikan keamanan para pengunjung.

Pegangan tangan berbahan metal dan jalur pejalan kaki membuat berjalan sepanjang 800 meter di gua ini mengasyikkan. Tetapi Anda tetap harus waspada. Ada titik-titik yang licin, tempat kelembaban terakumulasi pada tali-tali tambang.

Pendeteksi gerakan akan menyalakan lampu, gua pun hidup dengan warna-warna psikedelik yang terpancar pada lapisan es stalaktit di atas kepala. Gemericik air dari sungai kecil dan air terjun bisa terdengar di sepanjang gua dan, di beberapa tempat, kolam-kolam air itu memancarkan cahaya biru dari lampu-lampu yang dipasang secara strategis di bawah permukaan air. 

Meski suasananya damai, menenangkan, dan sunyi, tidak butuh imajinasi lebih untuk membayangkan kemunculan tiba-tiba sesosok monster dari bentuk dan bayangan tak biasa dari bebatuan di gua ini. Para produser film pun pernah menjadikan gua ini sebagai lokasi syuting film Godzilla pada 1974. 

Gua Gyokusendo, 9.00-18.30. (November-Maret: 9.00-18.00) ¥1,200 untuk gua and Okinawa World Village. Fasilitas: kamar kecil, toko suvenir, restoran. Parkir: gratis dan tak terbatas. Untuk info lebih lanjut tentang Gua Gyokusendo, kunjungi www.japan-guide.com atau www.okinawa-information.com.



Gua dan Kuil Kin Kannon-do

Kuil Kin (Kannon), yang paling tidak ramah pejalan kaki dari tiga gua yang ada, memberikan kejutan dan sejarah yang unik. Sepatu jalan yang kuat, bukan sandal atau sandal karel, disarankan untuk mencegah terkilir atau jatuh saat menelusuri kedalaman gua. 

Pada 1552, misionaris Buddha yang sedang berperjalanan dari Cina ke Jepang, diselamatkan dari kapal karam oleh para penduduk desa Kin dari taifun. Saat tinggal di sana, ia mendirikan Kuil Kin. Patung emas Buddha yang disumbangkan oleh misionaris itu duduk tersenyum di dalam gua. 

Jalan turun menuju gua ini cukup curam, pegangan tangan disediakan di sepanjang tangga tapi tak lama sampai para pengunjung sampai di permukaan yang rata. Meski kering pun, jalan-jalan di gua ini bisa licin. 

Sepanjang jalan, pengunjung bisa melihat hio yang dibakar dan ada persembahan-persembahan, menandakan pemujaan pada titik-titik sakral. Setelah Anda sampai pada permukaan tanah yang cukup datar, ada banyak keunikan-keunikan yang bisa dilihat.

Ada ribuan botol Tatsu Awamori (Sake khas Okinawa) berukuran 1,8 liter yang sengaja disimpan dan didinginkan di sejuknya kedalaman gua. Para pengunjung membayar ¥10 ribu per botol untuk menyimpan di rak-rak kayu yang berjejer di belakang gua selama 5 sampai 10 tahun.  

Botol-botol ini akan diberi label nama pemiliknya dan tanggal mulai disimpan. Beberapa orang bahkan menempelkan foto bayi atau pernikahan, lainnya hanya nama dan tanggal. 

Para pemiliknya akan mengambil botol ini pada saat-saat istimewa, seperti kelulusan seorang anak, merayakan anak tumbuh dewasa, atau pesta peringatan tahunan. 

Saat saya berjalan kembali ke puncak tangga yang licin, saya berhenti di depan patung Buddha yang tersenyum, seolah tengah menjaga harta karun di bawah dan berpikir, "Ya, saya juga akan tersenyum seperti itu." 

Gua dan Kuil Kin Kannon-do, tel. +81 (0)98 968 2438 (Penyulingan Kin), buka tiap hari 9.00-17.00, ¥400. Fasilitas: kamar mandi dan toko suvenir. Parkir: di jalan sekitar dan belakang kuil. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Kuil Kin Kannon-do, kunjungi www.showcaves.com atau www.wonder-okinawa.jp.




Warta Kotayasa, sumber : id.travel.yahoo.com

Jenis Ular Yang Bisa Terbang

Ular yang satu ini memang aneh, mirip legenda sang Naga, mereka bisa meluncur terbang dari ketinggian.















Habitat ular terbang ada di Asia Selatan dan Asia Tenggara termasuk Indonesia, jadi jika bepergian ke lokasi hutan atau berada di pepohonan hati-hatilah, ular ini bisa terbang di atas kepala Anda meski tidak punya sayap


 

















Kebanyakan ular-ular terbang hanya bisa tumbuh hingga sepanjang 1,2 meter. Mereka mengencangkan otot-otot rusuk, mengikuti bentuk naturalnya, dan kemudian mengencangkan kepala mereka. Ekornya menghentak atau memecut untuk mempercepat lompatannya.



 Termasuk ke dalam famili Colubridae dan Chrysopelea paradisi, lima spesies ular ini bisa mencelakai manusia. Racun bisanya tergolong menengah, tapi bisa itu hanya dikeluarkan saat menerkam mangsa yang kecil. Bisanya akan aktif turun ke gigi taringnya saat mereka mulai melompat terbang di udara.































Meski tidak banyak diketahu tentang ular ini, penelitian menunjukkan bahwa ular terbang biasanya menetaskan telurnya sebanyak setengah lusin atau lebih. Bayi-bayi ular ini panjangnya kira-kira 15 cm.

Meski tidak berbahaya, kebanyakan ular jenis ini ditangkapi dan dibunuh karena kelihatan seperti ganas. Kebanyakan orang tidak memaklumi dan tidak mengetahui mengapa ular-ular ini harus terbang saat menangkap mangsanya.




 










Jenis Golden Tree dari ular ini diketahui adalah yang paling agresif, sementara jenis ular Paradise Tree lebih jinak. Tak seorangpun tahu dimana mereka saat tidur, tapi diperkirakan bersembunyi di atas pohon, dimana mereka bisa dengan mudah lari dari musuh atau predatornya. Predator mereka saat ini juga belum diketahui apa.



















Karena tidak memiliki sayap, ular-ular ini tidak bisa terbang ke atas, hanya meluncur ke bawah saja. Bayangkan saja seluruh bagian tubuhnya sebagai sebuah sayap besar, ketika ular-ular ini meluncur dan merubah bentuknya sendiri saat terbang, membuatnya sanggup mengendalikan dimana akan mendarat.

Tubuhnya yang elastis membuatnya mampu memanjati pohon atau tempat tinggi lainnya untuk melompat. Mereka lebih suka berada di pohon daripada di atas tanah. Mereka memburu mangsanya dari udara, menerkam hewan kecil lainnya dengan rahangnya yang kuat.













































Warta Kotayasa, sumber : aneh-tapi-nyata.blogspot.com

10 Masjid Tertua Di Indonesia

Berikut ini adalah 10 Masjid tertua di Indonesia, semua masjid-masjid ini dibangun di tanah air kita indonesia. Beberapa masjid berikut berumur mulai dari sekitar 700-400 tahun.

1. Masjid saka tunggal (1288)



















Masjid Saka tunggal terletak di Desa Cikakak Kecamatan Wangon dibangun pada tahun 1288 sebagaimana terukir di Guru Saka (Pilar Utama) masjid. Tapi dalam membuat masjid ini lebih jelas ditulis dalam buku-buku kiri oleh para pendiri masjid ini adalah Kyai Mustolih. Tapi buku-buku ini telah hilang bertahun-tahun yang lalu. Setiap tanggal 27 rajab diadakan ziarah di masjid dan membersihkan makam Kyai Jaro Mustolih. Masjid ini terletak ± 30 km dari kota purwokerto. Disebut saka tunggal untuk membangun tiang yang digunakan untuk membentuk hanya satu tiang (tunggal). Yang menurut bp. Sopani salah satu pengurus masjid adalah bahwa pilar tunggal melambangkan bahwa ALLAH adalah hanya satu ALLAH swt. Di beberapa tempat terdapat hutan pinus dan hutan lainnya dihuni oleh ratusan monyet jinak dan ramah, seperti di Sangeh Bali.

2. Masjid Wapauwe (1414)
Masjid ini masih terawat dengan baik.
Kebanyakan bangunan aslinya juga disimpan beberapa benda warisan seperti drum, tulisan tangan s Alquran ', sifat skala batu yang beratnya 2,5 kg, dan logam hiasan dan membaca huruf arab di dinding. Masjid juga masih berfungsi sebagai tempat doa sekitar penduduk.
Jika drum atau beduk dipukuli, maka suaranya akan terdengar sampai seluruh desa, mengundang orang untuk datang ke masjid untuk jemaat.

























3. Masjid ampel (1421)



















Masjid Ampel adalah sebuah masjid kuno yang berada di bagian utara Kota Surabaya, Jawa Timur. Masjid ini didirikan oleh Sunan Ampel, dan didekatnya terdapat kompleks makam Sunan Ampel.

Saat ini Masjid Ampel merupakan salah satu daerah tujuan wisata religi di surabaya. Masjid ini dikelilingi oleh bangunan berarsitektur tiongkok dan arab.
Disamping kiri halaman Masjid Ampel, terdapat sebuah sumur yang diyakini merupakan sumur yang bertuah, biasanya digunakan oleh mereka yang meyakininnya untuk penguat janji atau sumpah

4. Masjid agung demak (1474)
Masjid Agung Demak adalah salah satu mesjid yang tertua di Indonesia. Masjid ini terletak di desa kauman, demak, jawa tengah. Masjid ini dipercayai pernah merupakan tempat berkumpulnya para ulama (wali) penyebar agama Islam, disebut juga Walisongo, untuk membahas penyebaran agama Islam di tanah Jawa khususnya dan INdonesia pada umumnya. Pendiri masjid ini diperkirakan adalah Raden Patah, yaitu raja pertama dari Kesultanan Demak, pada sekitar abad ke-15 masehi.















Masjid ini mempunyai bangunan-bangunan induk dan serambi. Bangunan induk memiliki empat tiang utama yang disebut Saka Guru. Tiang ini konon berasal dari serpihan-serpihan kayu, sehingga dinamai 'saka tatal' bangunan serambi merupakan bangunan terbuka. Atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang yang disebut saka majapahit.

Di dalam lokasi kompleks Masjid Agung Demak, terdapat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak dan para abdinya. Di sana juga terdapat sebuah museum, yang berisi berbagai hal mengenai riwayat berdirinya Masjid Agung Demak.

5. Masjid sultan suriansyah (1526)

























Masjid Sultan Suriansyah adalah sebuah masjid bersejarah yang merupakan masjid tertua di Kalimantan Selatan. Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Tuan Guru (1526-1550), Raja Banjar yang pertama masuk islam.
Masjid ini terletak di utara Kecamatan Kesehatan, Banjarmasin Utara, Banjarmasin, daerah yang dikenal sebagai Banjar Lama merupakan ibukota Kesultanan Banjar untuk pertama kalinya.
Arsitektur tahap konstruksi dan atap tumpang tindih, merupakan masjid bergaya tradisional banjar. Gaya masjid tradisional di banjar mihrabnya memiliki atap sendiri terpisah dengan bangunan utama. Masjid ini dibangun di tepi sungai di Kecamatan Kesehatan

6. Masijd Menara Kudus (1549)



















Mesjid Menara Kudus (disebut juga sebagai Mesjid Al Aqsa dan Mesjid Al Manar) adalah mesjid yang dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1549 masehi atau tahun 956 hijriah dengan menggunakan batu dari Baitul Maqdis dari Palestina sebagai batu pertama dan terletak di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Mesjid ini berbentuk unik, karena memiliki menara yang serupa bangunan candi. Masjid ini adalah perpaduan antara budaya Islam dengan budaya Hindu.

7. Masjid Agung Banten (1552-1570)
Masjid Agung Banten termasuk masjid tua yang penuh nilai sejarah. Setiap harinya masjid ini ramai dikunjungi para peziarah yang datang tak hanya dari Banten dan Jawa Barat, tapi juga dari berbagai daerah di pulau Jawa.
Masjid Agung Banten terletak di kompleks bangunan masjid di Desa Banten Lama, sekitar 10 km sebelah utara Kota Serang. Masjid ini dibangun pertama kali oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), sultan pertama Kasultanan Demak. Ia adalah putra pertama Sunan Gunung Jati.
Salah satu kekhasan yang tampak dari masjid ini adalah adalah atap bangunan utama yang bertumpuk lima, mirip pagoda china. Ini adalah karya arsitektur china yang bernama Tjek Nan Tjut. Dua buah serambi yang dibangun kemudian menjadi pelengkap di sisi utara dan selatan bangunan utama.

























Di masjid ini juga terdapat komplek makam sultan-sultan banten serta keluarganya. Yaitu makam Sultan Maulana Hasanuddin dan istrinya, Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Abu Nasir Abdul Qohhar. Sementara di sisi utara serambi selatan terdapat makam Sultan Maulana Muhammad dan Sultan Zainul Abidin, dan lainnya.
Masjid Agung Banten juga memiliki paviliun tambahan yang terletak di sisi selatan bangunan inti masjid agung. Paviliun dua lantai ini dinamakan Tiyamah. Berbentuk persegi panjang dengan gaya arsitektur belanda kuno. Bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek belanda bernama Hendick Lucasz Cardeel. Biasanya, acara-acara seperti rapat, dan kajian Islami dilakukan di sini.
Menara yang menjadi ciri khas sebuah masjid juga dimiliki Masjid Agung Banten. Terletak di sebelah timur masjid, menara ini terbuat dari batu bata dengan ketinggian kurang lebih 24 meter, diameter bagian bawahnya kurang lebih 10 meter. Untuk mencapai ujung menara, ada 83 buah anak tangga yang harus ditapaki dan melewati lorong yang hanya dapat dilewati oleh satu orang. Dari atas menara ini, pengunjung dapat melihat pemandangan di sekitar masjid dan perairan lepas pantai, karena jarak antara menara dengan laut hanya sekitar 1,5 km.
Dahulu, selain digunakan sebagai tempang mengumandangkan azan, menara yang juga dibuat oleh Hendick Lucasz Cardeel ini digunakan sebagai tempat menyimpan senjata

8. Masjid Mantingan (1559)



















Masjid Mantingan adalah masjid kuno di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Jepara, Jawa Tengah. Masjid ini dilaporkan didirikan di Kesultanan Demak pada tahun 1559. Didirikan oleh ubin lantai tinggi ditutup dengan cina buatan sendiri, dan juga kereta api-undakannya. Semua didatangkan dari Makao. Bubungan atap bangunan gaya termasuk china. Dinding luar dan dalam dihiasi dengan piring tembikar bergambar biru, sedang dinding sebelah tempat imam dan pendeta itu dihiasi dengan relief persegi bergambar margasatwa, dan penari penari diukir di batu kuning tua. Pengawasan pekerjaan konstruksi masjid ini tak lain adalah Babah Liem Mo Han. Di dalam kompleks masjid terdapat makam Sultan Hadlirin, suami dari Kanjeng Ratu Kalinyamat dan adik ipar Sultan Trenggono, penguasa terakhir Demak. Selain itu ada juga makam Waliullah Mbah Abdul Jalil, yang disebut sebagai nama lain Syekh Siti Jenar.

9. Masjid Al-Hilal Katanga (1603)



















Masjid ini dibangun pada tahun 1603 masehi pada masa pemerintahan Taja Gowa-24, Aku Manga'ragi Daeng-Manrabbiakaraeng Lakiung, Sultan Alauddin. Kemudian pada tahun 1605 m, masjid ini benar-benar dirubah untuk diberi nama Masjid Katangka. Masjid berukuran 14,1 x struktur 14,4 meter dan sebuah bangunan tambahan 4,1 x 14,4 meter. Tinggi bangunan 11,9 meter dan 90 meter dinding tebel, bahan baku dari batu bata dengan atap ubin dan lantai porselen. Lokasi di Katangka, Gowa.

10. Masjid Tua Palopo (1604)

















Madjid Tua Palopo, didirikan oleh Raja Luwu bernama Sultan Abdullah Matinroe pada tahun 1604 m, masjid yang memiliki luas 15 m2 ini diberi nama Orang Tua, karena usia yang sudah tua. Sedangkan nama Palopo diambil dari kata dalam bahasa bugis dan luwu memiliki dua arti, yaitu: Pertama, penganan yang terbuat dari campuran beras ketan dan air gula. Kedua, memasukkan pasak dalam lubang tiang bangunan. Kedua makna memiliki hubungan dengan proses pembangunan Masjid tua Palopo ini


Warta Kotayasa , sumber : http://jelajahunik.blogspot.com

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More